Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan Menurut Islam, Putuskan Sekarang Biar Pahala Nggak Berkurang
![]() |
Pacaran saat puasa (Dok. Ist) |
RepublikIndonesia.net - Dalam ajaran Islam, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram memiliki batasan yang jelas untuk menjaga kesucian dan menghindari perbuatan yang mendekati zina. Lantas bagaimana hukum pacaran di bulan ramadhan?
Konsep pacaran sebagaimana yang umum dilakukan saat ini, dengan interaksi bebas tanpa ikatan pernikahan, tidak dikenal dalam Islam.
Hal ini dikarenakan hubungan semacam itu dapat membawa seseorang pada perbuatan yang dilarang oleh syariat.
Hukum Pacaran Menurut Pandangan Islam
Allah SWT telah memperingatkan tentang larangan prilaku zina dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 32:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang mendekatkan seseorang kepada zina harus dihindari.
Interaksi yang berlebihan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, seperti berduaan atau bersentuhan, berpotensi menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan yang tidak diinginkan.
Pacaran dan Pengaruhnya terhadap Puasa Ramadan
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, di mana umat Muslim diperintahkan untuk meningkatkan ibadah, menjaga diri dari segala bentuk perbuatan buruk, serta memperbanyak amal kebaikan.
Walaupun pacaran tidak secara langsung membatalkan puasa, tetapi aktivitas yang sering dilakukan dalam pacaran, seperti berbicara mesra, berduaan, atau bahkan bersentuhan, dapat mengurangi pahala puasa seseorang.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari)
Hadis ini mengingatkan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak nilai ibadah.
Jika seseorang berpuasa tetapi tetap melakukan perbuatan yang dilarang, maka puasanya bisa kehilangan makna dan keberkahannya.
Alternatif dalam Islam: Ta'aruf sebagai Proses Perkenalan
Islam tidak melarang seseorang untuk mencari pasangan hidup, tetapi mengatur prosesnya agar sesuai dengan nilai-nilai syariat.
Salah satu cara yang dianjurkan adalah ta’aruf, yaitu proses perkenalan yang dilakukan dengan tujuan mencari pasangan yang halal melalui cara yang lebih terjaga.
Dalam ta’aruf, calon pasangan diperkenankan untuk saling mengenal tetapi tetap dalam batasan yang ditentukan oleh Islam, seperti melibatkan keluarga dan menghindari khalwat (berduaan di tempat sepi).
Dengan menjalankan ta’aruf sesuai tuntunan Islam, seseorang dapat mengenal calon pasangan dengan cara yang lebih baik dan diberkahi oleh Allah.
Hal ini jauh lebih aman dibandingkan dengan pacaran yang berisiko menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan yang dilarang.
Selama bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk lebih fokus pada ibadah dan menjaga diri dari segala perbuatan yang dapat merusak nilai puasanya.
Dengan menjauhi interaksi yang tidak perlu antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, seseorang dapat memperoleh pahala yang lebih maksimal dan meraih keberkahan di bulan suci ini.